Pada MBC day 10
ini kami dikumpulkan di basement labtek 8 jam 1.45. Jumlah kami yang datang
hari ini adalah 169 orang. Quorum yang diminta adalah 210 orang. Karena kami
gagal memnuhi quorum lagi, kami disuruh menuliskan di blog angkatan di bagian
tentang kami mengenai penjelasan mengapa kami hanya bisa 1 kali quorum di MBC
ini yaitu pada saat wisudaan. Lalu kami juga disuruh mempublikasikan link blog
kami tersebut di semua media jejaring sosial maksimal jam 9 malam. Teknisnya adalah
tulisan tersebut minimal terdiri dari 80 kata.
Selanjutnya kami
diberi materi tentang pengmas HME yaitu PALAPA oleh seniro Nuradhi. Asal-usul
nama palapa adalah diambil dari sumpah palapa yang didalamnya ada tujuan untuk
menyatukan bangsa. Lalu nama ini juga digunakan oleh satelit pertama Indonesia oleh
dosen ITB. Akhirnya dipilihlah nama PALAPA ini. PAPALA I di konsepkan pada
tahun 2006 dimana pengmas ini membangun PLTA di desa CIlitung kab Garut. Nama proyek
ini adalah PALAPA JAYA. Palapa pertama ini dieksekusi pada liburan tahun 2007.
PALAPA II
dilakukan di Kab. Garut di desa Mekarwangi. Konsep proyek dimulai pada tahun
2008 dan dieksekusi pada tahun 2010. Yang dilakukan di proyek ini adalah
membuat PLTS. PALAPA III di laksanakan
di desa Mekarwangi lagi. PALAPA ini dikonsepkan pada Agustus 2011 dan
dieksekusi tahun 2012. Yang dilakukan di PALAPA ini adalah mengganti baterai2
PLTS sebelumnya dan juga membangun Community Development yaitu peternakan
domba, peternaka lele, dan t=rumah baca HME. PALAPA IV rencananya akan
dilakukan di Wae Rebo dengan bekerja sama dengan Arsitektur. Yang akan
dilakukan adalah membangun pembangkit listrik tenaga mikro hidron terutama
untuk keperluan membuat kopi.
Selanjutnya kami dijelaskan tentang apa itu Com-Dev.
Com-Dev ini bertujuan untuk miningkatkan dan memberdayakan masyarakat agar
taraf hidupnya meningkat. Comdev ini bersifat berkelanjutan. Untuk membangun
Comdev, kita pertama harus melakukan Identifikasi Sosial, Identifikasi Program,
Penilaian Program, Aplikasi, Monitoring dan Evaluasi, Audit Sosial, Verifikasi,
dan Maukan dan saran bagi komunitas. Yang dilakukan untuk pengadaan program
adalah 1. Survey, 2. Perumusan. 3. Pengkajian solusi, 4. Uji kelayakan, 5. Visibilitas,
dan 6. Eksekusi.
Setelah itu kami
diajarkan tentang problem solving. Kami diajarkan tentang metode D.S.P.A. yaitu
Define the proble, Structure the
problem, Prioritize, dan Action plan. Define berarti kita harus menidentifkasi
masalha tersebut secara spesifik dan yg masih terbatas. Cara melakukannya
adalah gunakan SMART. Structure bermaksud agar semua masalah2 bisa
teridentifikasi. Caranya dengan menggunakan issue tree. Prioritize bertujuan agar memastikan bahwa
semua aksi yg akan dilakuka berimpact besar dan mudah dilakukan. Cara yang
dilakukan adalah dengan priority matrix. Terakhir adalah Action plan. Action plan
bertujuan untuk memastikan agar semua orang tau siapa yang bertanggung jawab
dan kapan deadline. Untuk melakukannya adalah 1. Membuat strategi,2. Menentukan
pemain junci, 3. Kotrol, 4 gunakan alat (table/timeline).
Terakhir, kami
diberikan tugas membuat proyek angkatan yang berupa kegiatan
Community Service yang bertujuan merealisasikan solusi dari masalah yang ada di
sekitar kita dengan realisasi maksimal dilaksanakan dalam 2 bulan mendatang dan
tidak boleh diluar Bandung. Kami juga diberikan kembali buku lintang karena
disuruh meneruskan wawancara dengan menambah 2 bandito/maharani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar