Rabu, 24 Juli 2013

Resume MBC Day 10



Pada MBC day 10 ini kami dikumpulkan di basement labtek 8 jam 1.45. Jumlah kami yang datang hari ini adalah 169 orang. Quorum yang diminta adalah 210 orang. Karena kami gagal memnuhi quorum lagi, kami disuruh menuliskan di blog angkatan di bagian tentang kami mengenai penjelasan mengapa kami hanya bisa 1 kali quorum di MBC ini yaitu pada saat wisudaan. Lalu kami juga disuruh mempublikasikan link blog kami tersebut di semua media jejaring sosial maksimal jam 9 malam. Teknisnya adalah tulisan tersebut minimal terdiri dari 80 kata.

Selanjutnya kami diberi materi tentang pengmas HME yaitu PALAPA oleh seniro Nuradhi. Asal-usul nama palapa adalah diambil dari sumpah palapa yang didalamnya ada tujuan untuk menyatukan bangsa. Lalu nama ini juga digunakan oleh satelit pertama Indonesia oleh dosen ITB. Akhirnya dipilihlah nama PALAPA ini. PAPALA I di konsepkan pada tahun 2006 dimana pengmas ini membangun PLTA di desa CIlitung kab Garut. Nama proyek ini adalah PALAPA JAYA. Palapa pertama ini dieksekusi pada liburan tahun 2007.

PALAPA II dilakukan di Kab. Garut di desa Mekarwangi. Konsep proyek dimulai pada tahun 2008 dan dieksekusi pada tahun 2010. Yang dilakukan di proyek ini adalah membuat PLTS. PALAPA III  di laksanakan di desa Mekarwangi lagi. PALAPA ini dikonsepkan pada Agustus 2011 dan dieksekusi tahun 2012. Yang dilakukan di PALAPA ini adalah mengganti baterai2 PLTS sebelumnya dan juga membangun Community Development yaitu peternakan domba, peternaka lele, dan t=rumah baca HME. PALAPA IV rencananya akan dilakukan di Wae Rebo dengan bekerja sama dengan Arsitektur. Yang akan dilakukan adalah membangun pembangkit listrik tenaga mikro hidron terutama untuk keperluan membuat kopi.

 Selanjutnya kami dijelaskan tentang apa itu Com-Dev. Com-Dev ini bertujuan untuk miningkatkan dan memberdayakan masyarakat agar taraf hidupnya meningkat. Comdev ini bersifat berkelanjutan. Untuk membangun Comdev, kita pertama harus melakukan Identifikasi Sosial, Identifikasi Program, Penilaian Program, Aplikasi, Monitoring dan Evaluasi, Audit Sosial, Verifikasi, dan Maukan dan saran bagi komunitas. Yang dilakukan untuk pengadaan program adalah 1. Survey, 2. Perumusan. 3. Pengkajian solusi, 4. Uji kelayakan, 5. Visibilitas, dan 6. Eksekusi.

Setelah itu kami diajarkan tentang problem solving. Kami diajarkan tentang metode D.S.P.A. yaitu Define the proble, Structure  the problem, Prioritize, dan Action plan. Define berarti kita harus menidentifkasi masalha tersebut secara spesifik dan yg masih terbatas. Cara melakukannya adalah gunakan SMART. Structure bermaksud agar semua masalah2 bisa teridentifikasi. Caranya dengan menggunakan issue tree.  Prioritize bertujuan agar memastikan bahwa semua aksi yg akan dilakuka berimpact besar dan mudah dilakukan. Cara yang dilakukan adalah dengan priority matrix. Terakhir adalah Action plan. Action plan bertujuan untuk memastikan agar semua orang tau siapa yang bertanggung jawab dan kapan deadline. Untuk melakukannya adalah 1. Membuat strategi,2. Menentukan pemain junci, 3. Kotrol, 4 gunakan alat (table/timeline).

Terakhir, kami diberikan tugas membuat proyek angkatan yang berupa kegiatan Community Service yang bertujuan merealisasikan solusi dari masalah yang ada di sekitar kita dengan realisasi maksimal dilaksanakan dalam 2 bulan mendatang dan tidak boleh diluar Bandung. Kami juga diberikan kembali buku lintang karena disuruh meneruskan wawancara dengan menambah 2 bandito/maharani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar